Pilih Kursi atau Pantat??

Jennifer Lopez (biasa disebut JeLo) merupakan artis multitalenta. Dia merupakan penyanyi yang berkualitas dan juga seksi. Banyak hal menarik dari dirinya. Selain sensasi selebriti yang lekat pada artis kebanyakan, dia juga memiliki banyak sisi menarik.
Di antaranya, JeLo masuk dalam jajaran 50 wanita terseksi sedunia tahun 1997 versi majalah People. Untuk mempertahankan keseksiannya tersebut, Jenifer Lopez merogoh kocek sebesar $300,000,000 (sekitar Rp 3 Triliun) untuk mengasuransikan pantatnya.

Analisis Es Kecap mengatakan bahwa, mungkin dengan asuransi ini, JeLo merasa keseksiaannya tidak terganggu dengan kekhawatiran akan keamanan pantatnya. Bisa dibayangkan jika asuransi dengan nominal segitu, maka mungkin kalo dicolek saja, bisa di-claim 100-200 juta rupiah, apalagi jika terluka. Asuransi ini juga dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi si pemilik pantat seksi ini untuk duduk di manapun, termasuk duduk di tempat-tempat saat dia melakukan kunjungan sosial sebagai pencitraan.

Ngomong-ngomong soal duduk dan pantat, Es Kecap tertarik nih untuk ngebahas isu yang belum basi juga, Kursi Banggar DPR. 24 Juta Rupiah cuy. Lu bayangin aja ya, 24 jeti itu seharga 1 buah Motor Sport, 3 buah iPad, 4 buah HP Android terbaru, bayar kontrakan setahun, nyicil sewa gedung buat nikah, ato bisa modalin bisnis MLM cuy. Ni cuma buat duduk. Itu juga anggota Dewannya belum tentu betah duduk.

Es Kecap mulai bertanya-tanya, untuk menjaga keseksian pantat, sebetulnya lebih hemat mana, beli kursi mahal, atau diasuransiin macam si JeLo. Yuk kita itung deh.

Kalo asumsi anggota Banggar itu ada 20 orang aja, itu kursi butuh 20×24= 480jeti. Bisa dipake let say 10 tahun lah ya. Kalo asuransi, gausah yang mahal-mahal cuy, siapa juga yang mau nyolek pantat tu anggota DPR, 10 jeti deh, masa pertanggungannya 20 taun, karna kan jarang tu anggota DPR umurnya bisa lama, asumsi rata-rata umur anggota dewan sekarang 45 taun deh. Jadi besok waktu umur 65 tahun, waktu mati bisa dikata muka keriput gigi ompong tapi pantat mulus cuy walaupun waktu jadi anggota DPR duduknya di kursi murah.

Gak tau juga sih, mungkin biaya asuransi pantat itu tergantung pada jenis, volume, kelembaban, dan kehalusan kulit. Jadi bisa lebih mahal atau lebih murah.

Jadi inti dari pembahasan ini adalah, lebih mulia tu anggota DPR beli kursi satunya 24 juta, karena selain jadi inventaris DPR, kursi itu juga akan dipakai generasi penerusnya. Yang perlu kita protes kalo anggota DPR ngasuransiin pantatnya biar aman duduk di kursi murah, karena selaen pantatnya ga bisa diakui sebagai aset DPR, generasi penerusnya juga belum tentu mau pakai pantat seniornya.

Salam Bingkiwa.

Es Kecap Kena Plagiat??

Para pelanggan Es Kecap, tau gak sih, ternyata ada lo yang copy paste postingan di Es Kecap di forum lain, coba deh cek di sini

http://www.kaskus.us/showthread.php?p=481648152

http://cepathost.com/news/2011/07/29/mobil-koruptor/

http://cepathost.com/news/2011/07/29/kabinet-indonesia-bingkiwa-2014/

Nah, bener kan?
Menurut analisis Es Kecap, sebetulnya plagiarisme itu dihapuskan saja, itung-itung promosi gratis kan?
Plus, sesuai dengan perintah di agama Islam, “Sampaikanlah walau satu ayat”
^^

Salam Bingkiwa!

17 Agustus…

17 Agustus …

1945: Merdeka! Merdeka! Merdeka!

1946: Mari kita persiapkan Negara ini mendjadi Negara jang berdaoelat, adil dan makmoer!

1949: Apa artinja Negara jang merdeka, tanpa Kedaoelatan. Merdeka ataoe Mati!

1951: Irian Barat Harga Mati!

1953: Persatoean jang kita bangoen tidak akan roentoeh oleh gerakan-gerakan separatisme!

1955: Dengarkan sodara-sodara di seluruh Asia dan Afrika, Indonesia hadir oentoek doenia!

1959: Kembalikan semangat 45, kembalikan persatuan bangsa, kembalilah UUD 45!

1961: Adalah rekayasa kolonial
belanda untuk tipu masyarakat papua dan memecah belah NKRI!

1963: Ganyang Malaysia!!!!!

1965: PKI, dan siapapun termasuk Amerika, tidak boleh bermain-main dengan republik ini!

1966: Orde Baru menuju Indonesia Baru!

1968: Mari mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan!

1971: Dengan Pemilihan Umum anggota DPR dan DPRD mari kita sambung lidah rakyat.

1972: Para olahragawan, kibarkan merah putih di tanah Jerman Barat. Tunjukkan pada mereka.

1975: Era pembangunan dan industri telah mengantarkan bangsa ini menuju Negara yang produktif.

1976: Invasi di Timor Timur tidak boleh dilakukan. Selamatkan saudara kita.

1980: Petisi 50: Pancasila tidak boleh dikuasai ABRI.

1982: Lapangan Banteng menjadi saksi.

1984: Tidak ada 17-an di Tanjung Priok.

1990: Karnaval, Karnaval, Karnaval.

1995: 50 Tahun.. Indonesiaku…

1999: Hadiah lombanya duit aja, cinta rupiah.

2000: Lomba – lomba dan tirakatan kerahkan karang taruna.

2001: Kalo gak berangkat Upacara ntar disuruh ngrangkum satu folio.

2004: Kapan lagi punya Presiden ganteng.

2005: Panas, abis upacara langsung pulang kok.

2006: Lomba-lomba gak ada dana dari atas, lagian remajanya juga udah gak aktif.

2007: 17-an pas Jumat kan enak, liburnya jadi panjang.

2008: Lomba-lomba kayak orang desa aja. Nongkrong aja, mumpung libur.

2009: 17-an gak bagi THR. Gak usah narikin iuran deh.

2010: Dari dulu upacara 17-an diistana juga gitu-gitu aja. Ngabisin anggaran tok.

2011: 17-an diundur, Nazarudin diselesain dulu.

Petikan Buku PPKn

Negara menjamin kebebasan berpendapat bagi warganya. <- Negara tidak menjamin pendapat anda didengarkan.

Buanglah sampah pada tempatnya. <- Tempat sampah belum tentu ada di tempatnya.

Negara kita adalah negara hukum. <- Penegak hukum (Polisi, Jaksa, Hakim) adalah pemilik negara.

Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara negara. <- Kalau lelah memelihara bisa dikasihkan orang/dibuang/dijual/diracun.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. <- Tidak ada tanda jasa atau dianggap tidak berjasa?

Buku adalah jendela dunia. <- Kalau beli buku sekolah/kuliah harganya sangat mahal, ingat, itu baru jendelanya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang jasa para pahlawannya. <- Tetap kenang jasa pahlawan kita, walaupun bangsa ini berantakan.

Dilarang main hakim sendiri. <- Kalau main hakim harus ramai-ramai, jangan sendiri.

Orang bijak taat pajak. <- Untuk jadi orang bijak di negara ini harus bayar.

Banyak warga negara kita berada di bawah garis kemiskinan. <- Untuk dikatakan miskin saja belum layak.

Selamat “Lulus” Adek-adekku Se-Indonesia

Pertama-tama Es Kecap ucapkan selamat buat adek-adek se-Indonesia yang udah lulus SMP ato SMA, dan bentar lagi lulus SD. Kalo TK insya Allah semua lulus.

Kedua, saya ucapkan selamat buat Negara ini karena sudah mencetak dan menggaji pemain-pemain drama baru yang berjudul Ujian Akhir Nasional. (maaf kalau sudah tidak update nama ujiannya, karena program utama pejabat baru adalah merubah nama_red)

Es Kecap bukan blog untuk memfitnah dan memprovokasi, walaupun biasanya di Indonesia fitnah, provokasi, dan mengungkap kebenaran bedanya tipis. Kalau Es Kecap punya sponsor besar, Es Kecap akan membuat survey kualitatif kepada siswa sekolah, guru, kepala sekolah, pengawas, dan semua yang terlibat dalam ujian nasional. Berhubung Es Kecap belum punya sponsor, survey kecil-kecilan dan tidak akurat sudah Es Kecap lakukan.

Hasil ini cuma menginfokan kepada adek-adek yang baru lulus, kalau di bawah ini adalah orang-orang yang masih memegang motto kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga:

1. Orang yang mencorat-coret seragam sekolah saat merayakan kelulusan, apalagi dengan berkata: ini namanya bersyukur;

2. Orang yang corat-coret fasilitas umum atau milik orang lain, apalagi sambil berkata: biar tukang cat dapet proyek;

3. Orang yang buang sampah sembarangan, apalagi sambil berkata: biar DKP (Dinas Kebersihan & Pertamanan) ga makan gaji buta;

4. Orang yang berusaha supaya knalpot motornya bersuara sekeras mungkin, apalagi sambil berkata: kalo kebrisikan, jangan didengerin;

5.  Orang yang kalau cari kuliah yang alasan utamanya ikatan kerja dan digaji negara, bukan mengabdi untuk negara, apalagi sambil berkata: dari pada kuliah, udah mbayar, lulus nganggur lagi;

6. Ini yang paling parah, melakukan semua hal (1-5) dan sambil berkata: biar Es Kecap ada bahan.

Ya itu tadi survey yang dilakukan Es Kecap. Istilah Mario Teguh, ada dua hal yang perlu diperhatikan, jika ada orang yang baik, jujur, rendah hati, dan sebagainya tetapi miskin, sesungguhnya ia adalah orang kaya yang tidak punya uang, sedangkan sebaliknya orang yang hartanya melimpah tapi sifat dan perilakunya buruk, adalah orang yang miskin tapi banyak duitnya.  So, salam Bingkiwa dari Es Kecap…

Joki on the Joke

Istri: Kenapa musti pake joki?
Suami: Gak papa deh 30 ribu, daripada ketilang, 50 ribu.

Joki: Kenapa musti setor ke bapak sih?
Polantas: Lah, kalo saya brenti nilang, ntr km g pny penghasilan?

Polantas: Kenapa setor ke Pemda?
Pegawai Pemda: Kalo peraturannya saya cabut, bapak g punya sampingan. Gimana?

:D

News Flash: NH

KOMPAS bola ( http://bola.kompas.com/read/2011/04/01/16030190/Saya.Bisa.Jadi.Manajer.Klub.Eropa ):

 Apa yang Anda lakukan setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PSSI?

NH: “Banyak yang bisa saya lakukan. Saya bisa membina klub, bisa menjadi manajer salah satu klub di Eropa atau di luar negeri.”

Sudah ada klub yang meminati Anda?

NH: “Oh enggak. Saya hidupnya mengalir saja. Di mana saya dibutuhkan, di situ saya ada..”

 

Bandingkan…

Apa yang setiap pagi anda lakukan?

Es Kecap: “Banyak yang bisa saya lakukan. Ya kalau pagi saya bisa manasin mobil Jaguar saya.”

Jadi anda punya Jaguar di rumah?

Es Kecap: “Oh enggak. Saya hidupnya mengalir saja. Dimana ada uang, saya beli Jaguar.

 

ada komentar??